Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Fieldtrip ke Bandung
Diposting oleh
Amalia Rosida
di
20.02.00
Rabu, 15 Mei 2013
selamat malam..
blog yang lama terabaikan.. hhaha
nah 12 April kemarin, aku fieldtrip ke bandung, tepatnya ke Balitsa di Lembang dan Balithi di Cianjur bareng temen-temen departemen (cuma yang ambil matakuliah produksi dan pengolahan benih siih).
perjalanan siih, seruu ramai kocak abiss deh pokoknya.
berangkat dari kampus tuh jam 4 pagi, lewat dipuncak tepat jam 6-an. Sumpah itu pemandangannya indah banget dari atas (maklum jarang pagi-pagi udah stay di puncak hihi...). Sayang banget ngga kefikiran buat jepret-jepret hhaha..
Kunjungan pertama ke balitsa, agak molor siih sampenya..
ini nihh salah satu jepretanku (maaf ga bisa moto, jelek dikit)
and next sholat dzuhur dulu di Universitas Pendidikan Indonesia. Bagus masjidnya, luas dan sempet nyasar juga lupa disebalah mana naruh sepatu (malu-maluin iuhhh). Sempet juga nyobain makanan didepan masjid, kalo ga salah somay apaaa gitu namanya lupa. hhaha. pedes bikin ngga abis :(
Perjalanan lanjut ke cianjur. sempet macet, kalo ga salah ada acara di istana cipanas (untuk pertama kalinya aku liat istana cipanas semenjak dibogor). Dan nyampe di Balithi jam setengah 5 sore.
jam 6 sore, pulang dehh mampir di puncak buat minum sekoteng
:D
Diposting oleh
Amalia Rosida
di
18.57.00
Senin, 23 April 2012
Kerugian yang disebabkan oleh hama dan penyakit tanaman diperkirakan mencapai 37% dari total produksi, dan 13% di antaranya karena serangan hama. Teknologi yang sampai saat ini sering digunakan untuk pengendalian hama adalah insektisida. Teknologi ini cukup populer karena efeknya dapat dilihat dalam waktu relatif singkat setelah aplikasi Namun relatif mahal terutama bagi petani di negara sedang berkembang, serta berbahaya bagi manusia, hewan, spesies bukan sasaran, dan lingkungan jika aplikasinya tidak sesuai dengan prosedur. Teknologi lain yang dapat dipakai sebagai komponen pengendalian hama adalah varietas tahan.
Penggunaan
varietas tahan untuk pengendalian hama telah menunjukkan keampuhannya,
misalnya varietas unggul tahan wereng (VUTW) untuk pengendalian wereng
cokelat pada padi. Namun, tidak semua hama mempunyai varietas tahannya,
dan jika pun ada, jumlah plasma nutfah yang mengandung gen tahan sangat
terbatas. Berkembangnya teknologi rekombinan DNA dan Pemuliaan Tanaman
telah membuka peluang untuk merakit tanaman tahan hama melalui rekayasa
genetika dan persilangan. Teknologi ini mempunyai beberapa kelebihan,
yaitu: 1) dapat memperluas pengadaan sumber gen resisten 2) dapat
memindahkan gen spesifik ke bagian yang spesifik pula pada tanaman; 3)
memungkinkan mengintroduksi beberapa gen tertentu dalam satu event transformasi sehingga dapat memperpendek waktu perakitan tanaman dengan resistensi ganda (multiple resistance);
5) dapat menelusuri dan mempelajari perilaku gen yang diintroduksi
dalam lingkungan tertentu, seperti kemampuan gen suatu tanaman untuk
pindah ke tanaman lain spesies (outcrossing). Perakitan tanaman transgenic tahan hama merupakan salah satu bidang yang mendapat perhatian besar dalam perbaikan tanaman.
Perakitan tanaman transgenik tahan hama umumnya mempergunakan gen dari Bacillus thuringiensis
(Bt). Penanaman tanaman transgenic tahan hama yang mengandung gen Bt
dapat mengurangi penggunaan pestisida secara nyata. Di Indonesia,
perakitan tanaman transgenic telah dilakukan di berbagai lembaga
penelitian. Komoditas yang diteliti dan direkayasa meliputi padi untuk
ketahanan terhadap penggerek batang dan wereng cokelat, kedelai untuk
ketahanan terhadap penggerek polong, ubi jalar untuk hama boleng, dan
kakao untuk ketahanan terhadap penggerek buah kakao
Untuk
keperluan ini umumnya akan dicari hama yang tidak mempunyai sumber gen
tahan dari spesies tanaman inangnya, misalnya hama penggerek batang
padi. Setelah itu ditentukan kandidat gen tahan yang akan dipakai,
misalnya Bt-toksin dapat menghambat pertumbuhan serangga dengan
mengganggu proses pencernaannya. Untuk mengetahui insektisida protein
yang mempunyai potensi untuk menghambat pertumbuhan hama target dapat
dilakukan percobaan in vitro atau in vivo untuk
mengetahui pengaruh produk dari suatu gen tahan terhadap enzim-enzim
yang terdapat dalam sistem pencernaan suatu jenis serangga. Setelah
ditentukan kandidat gen yang akan digunakan dalam proses transformasi,
pekerjaan selanjutnya dapat diserahkan ke disiplin ilmu lain seperti
kultur jaringan dan biologi molekuler.
Hal
ini diperlukan untuk menentukan kemampuan gen yang terekspresi pada
tanaman transgenic dalam menahan perkembangan hama . Penelitian
dilanjutkan di lapangan untuk mengetahui penampilan tanaman transgenik
dan pengaruhnya terhadap hama target dan nontarget erutama musuh
alaminya. Setelah transgen dipastikan terkandung dalam tanaman
transgenik, selanjutnya ditentukan apakah transgen tersebut diturunkan
pada keturunannya mengikuti rasio Mendelian .
Dalam
upaya perbaikan tanaman transgenic perlu dilakukan penyilangan antara
tanaman transgenik dan galur elit untuk mendapatkan tanaman transgenik
tahan hama yang mempunyai sifat agronomi yang diinginkan pula. Untuk
maksud tersebut dapat digunakan teknik molekuler guna menyeleksi
keturunan dari tanaman transgenik, seperti seleksi restriction fragment length polymorphism (RFLP), dan random amplified polymorphic DNA-PCR (RAPD-PCR).
Melalui pemuliaan diharapkan dapat diperoleh tanaman transgenik yang mampu bersaing dengan tanaman nontransgenik, antara lain dalam potensi hasil tinggi yang dapat dicapai oleh petani.
Sumber:
Amirhusin,
Bahagiawati. 2004. Perakitan Tanaman Transgenik Tahan Hama. Jurnal
Litbang. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan
Sumberdaya Genetik Pertanian. 23:(1)
Laporan Fistum euy..
Diposting oleh
Amalia Rosida
di
17.47.00
Sabtu, 14 April 2012
Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. (Lovelles, 1997). Proses respirasi suatu organisme dipengaruhi oleh Substrat, temperatur, umur dan tipe jaringan, oksigen, rangsangan mekanik, dan Luka.
Kuosien respirasi merupakan angka perbandingan antara volume CO2 yang dibebaskan dengan volume O2 yang diabsorbsi secara simultan oleh jaringan dalam periode waktu, suhu dan tekanan tertentu. Kuosien respirasi memberi petunjuk tentang jenis substrat yang dioksidasikan dan jenis metabolisme yang sedang berlangsung. Nilai KR>1 menunjukkan sel yang kekurangan O2, terjadi respirasi aerob yang dibantu oleh respirasi anaerob untuk menambah energi. Sedangkan nilai KR<1 mengindikasikan bahwa sebagian/seluruh CO2 yang dihasilkan dalam respirasi digunakan langsung oleh organisme tersebut seperti untuk fotosintesis.
Tumbuhan muda akan memiliki nilai KR yang relatif lebih kecil daripada tumbuhan dewasa), Jenis substrat ( bila karbohidrat yang dipergunakan oleh tanaman sebagai substrat, maka KR=1. Pada jenis asam organik lainnya seperti : Triolein, Tripalmitin serta Asam Oleat rasio, akan menyebabkan rasio antara CO2 dan O2 menurun. Asam-asam lain yaitu Asam Oksalat, Asam Malat, dan Asam Tartat mampu meningkatkan nilai KR>1), Ketersediaan oksigen ( keterbatasan jumlah oksigen akan memicu reaksi anaerob yang membuat nilai KR akan menjadi lebih besar )
Sumber.
Anonim. 2008. Respirasi. [terhubung berkala]. http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/07/respirasi-pada-tumbuhan
Anonim. 2011. Faktor Respirasi. [terhubung berkala]. http://zonabawah.blogspot.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_5880.html.
Anonim. (http://www.practicalbiology.org).
Lovelles. A. R. 1997. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. Jakarta:Gramedia.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
- Amalia Rosida
- Tegal, Jateng, Indonesia
- Agronomy and Hortikultura, simple, elegant and perfectionis. music, story board, and love my family so much.
Total Pageviews
Categories
- akademik (2)
- Bioteknologi (1)
- Child Menu 1.3 (1)
- jalan-jalan (1)
- Lirik (1)
- Love (4)
- Penyakit Tanaman (1)
- persahabatan (2)
- sains (7)
- tugas kuliah (4)
Pengikut
Blog Archive
Blogger news
Blogroll
Labels
- akademik (2)
- Bioteknologi (1)
- Child Menu 1.3 (1)
- jalan-jalan (1)
- Lirik (1)
- Love (4)
- Penyakit Tanaman (1)
- persahabatan (2)
- sains (7)
- tugas kuliah (4)
Blog Archive
Popular Posts
-
selasa, 24 September 2013 dini hari, 00.23 WIB seandainya-radja mengalun pilu dari laptopku. sama seperti pilunya perasaanku. mungkin te...
-
Aku tak pernah tau apa yang sebenarnya aku inginkan. Segalanya seperti angin yang begitu cepat berlalu. Berlalu, hilang tanpa bisa ku liha...
-
Kering Alur Sadap merupakan penyakit fisiologis yang relatif terselubung, karena secara morfologis tanaman tampak sehat, malah seringkali ...
-
Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oks...
-
Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oksidasi baha...
-
Praktikum Pengantar Ilmu Tanah Nama Asisten 1. Ridho Bilhaq (A14070084) 2. Heni Hariyani (A14080008) ...
-
Bercak daun yang disebabkan oleh Helminthosporium sp . Gejala serangan tampak dari bercak-bercak kecil yang berwarna kuning transparan d...
-
ini contoh
-
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mi...
-
HIDROPONIK A. Pengenalan Hidroponik istilah hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu hidro yang berarti air dan ponos berarti kerja....
Diberdayakan oleh Blogger.


